KISAH PERJALANAN OMPU SARAGITUA SONDIRAJA TURNIP


TURI-TURIAN PERJALANAN OPPU SARAGITUA SONDIRAJA TURNIP PUTRA KE 3 OPPU SOTARDUGUR Ompu Sargaitua sondiraja Turnip adalah putra dari Ompu sotardugur Turnip yang lahir di Lumban bolak Raut bosi,anak dari istri kedua, yaitu boru Sihaloho yang berasal dari Huta Parbaba sendang anak dari istri pertama boru Nainggolan adalah Am.Sotardugur dan Leangleang Mangebas. Kisah cerita Ompung Boru Haloho istri kedua Ompu Sotardugur dikisahkan demikian.Setelah sekian lama Ompu sotardugur berumah tangga dengan Ompung boru nainggolan namun belum dikarunia anak,atas dasar persetujuan istrinya Ompu Sotardugur menikahi Ompung boru Haloho dari huta parbaba,tidak lama kemudian setelah menikahi Oppung Boru Haloho lahirlah (tubu) seorang putra dan diberi nama Saragitua Turnip,namun berselang beberapa bulan mengadunglah istri pertama Oppung boru Nainggolan dan lahirlah seorang putra yang bergelar Am.Sotardugur Turnip. Kegembiraan atas kelahiran anaknya dari istri pertama Oppu Sotardugur pun mengadakan acara syukuran dan memanggil Raja-raja adat dan raja huta untuk menentukan siapa anak paling sulung diantara kedua anakanya. Saragitua dan Am.Sotardugur.maka pada saat itu pul para Raja Adan dan Raja huta dan tetua yang hadir menetapkan hak sulung diberikan kepada Am.Sotardugur dengan alasan karena dia dilahirkan dari istri yang pertama.kerena keputusan ini timbulah rasa sakit hati pada Oppung Boru Haloho istri kedua dari Oppu Sotardogur diapun kebali kekampungya kerumah orang tuanya di Huta parbaba membawa bersama dengan anaknya Saragitua dan mereka tinggal diparbaba bersama-sama dengan kakek(Oppungya ) Saragitua dan Pamanya(Tulang).Saragitua tumbu dan besar dewasa di huta Pababa kampung pamanya,Saragitua termasuk dalam kategori orang yang baik,rajin,pandai dalam keseharianya dia bertukang membuat Sondi,karena kepintarannya membuat Sondi ini lah makanya Tulangnya memberi dia gelar Saragitua Sodiraja.kehidupan yang dijalani oleh Saragitua dalam sehari sungguh memilukan dalam keseharian dia mengembalakan ternak pamanya,dikarenakan begitu banyaknya ternak Tulangnya ini membagun kandang buat ternak-ternaknya dan gubuk diperbukitan huta parbaba (Janjimaria Lumban saragi saat ini)dengan maksud agar tidak terlalu capek untuk kembali kerumah mengingat lokasi pengembalaan ternak dengan rumah yang cukup jauh.ibu dari Saragitua pun begitu sedih dan menderita apalagi dikarenakan Oppu Sotardugur tidak pernah memperhatikannya dan kerena penderitaanya dia pun sakit-sakitan dan meninggal dunia diparbaba.Kehilangan harapan dialami Saragitua sepeninggal ibu tercintanya dan ketika ibunya meninggal Saragitua masih lajang ditambah lagi bapaknya Oppu Sotardugur yang tidak memperdulikanya lalau dia pun permisi pada tulangnya untuk pergi merantau karena tidak ada lagi yang menjadi alasan untuk tinggal diparbaba seolah olah dia anak yatim piatu padahal ayahnya masih hidup. Berangkatlah dia merantau ke Dairi daerah Karo,dalam perjalanannya dia pun berguru menuntut ilmu kesaktian (hadatuon),tak terasa waktu yang berlalu dia pun terlena dengan berguru ilmu kesaktianya tanpa disadari dirinya sudah tua rambut sudah beruban namun belum juga menikah.pasa satu waktu dalam perjalananya ke daerah Simalungun Bagun Purba dia memandang kearah samosir tempat dimana dia dilahirkan,rasa ingin menikah pun timbul dalam benaknya namun dia bertanya dalam hati siapakah yang mau saya nikahi sedangkan saya sudah tua?.seleng beberapa waktu dia bertemu dengan pengembala (parmbahan) kerajaan Purba dan berteman dengan mereka ditempat pengembalan namun pada satu hari dia ditangkap oleh tentara (ulubalang) kerajaan Raja Purba dan menjadikannya menjadi budak (hatoban) dan dialah yang menggatikan pengembalaan ternak kerajaan Raja Purba.dulu pada masa itu budak harus dikebiri (ditimbasi) mengetahui hal itu Dia pun mencari akal(marbisuk) lalu dia menaikkan testisnya ke sebelah atas dan dikeberi namun masih tinggal buah testisnya dan jadilah dia budak dikerajaan Raja Purba. Setelah sekian lama dia menjadi Budak di kerajaan Raja Purba dia pun merenung dan putus harapan bahwa dia tidak lagi akan punya keturunan dan timbullah niat dalam hatinya untuk memelet (dorma) putrid dari Raja Purba,dia pun memasang ilmu sesuai dengan ilmu yang dipelajarinya semasa dalam perjalanan, dan putri Raja Purba pun terpangaruh dengan ilmu pelet yang dibuat oleh Saragitua,dan mereka pun melakukan hubungan suami istri.selang beberapa bulan mengandunglah putri Raja Purba sebelum menikah lalu Raja Purba pun bertanya pada putrinya perihal siapa yang bersama dia sehinga bisa mengandung.namun sampai anaknya lahir ,putrinya tidak pernah memberitahukan siapa yang menghamilinya.kerena kebungkaman putrinya dan tidak mau memberitahukan kepada ayahnya ,Raja Purba pun menyelengkarakan sayembara dan mengadakan pesta selama tiga hari lamanya,sayembara yang dimaksud bertujuan mecari ayah dari anak putrinya.lalu mereka yang hadir dalam pesta sayembari itupun mengeluarkan segala ilmu kesaktian masing masing untuk dapat menarik perhatian anak itu,pada hari pertama anak itu tetap diam ditempatnya tidak menuju pada orang yang hadir dipseta itu,demikian pula halnya pada hari kedua sampai hari ketiga si anak itu masih tetap diam dan tidak melangkah kemana-mana.Lalu muncullah usul ditengah –tengah sayembara agar kiranya para budak juga diikut sertakan dalam pesta sayembara,usul itupun diterima oleh Raja Purba dan memanggil para budak (hatoban) Saragitu Sondiraja pun ikut serta menghadiri sayembara dan sungguh mengherankan, putra (anak)dari putri Raja Purba berdiri dan menghampiri Saragitua Sondiraja.Raja Purba dan orang hadir pada sayembara itu pun terheran-heran karena sepengetahuan mereka semua budak dikebiri bagaimana mungkin dia ayahnya.lalu diperiksalah Saragitua Sondiraja yang ternyata Testisnya masih ada dan jadilah Saragitua menjadi menantu Raja Purba.lalu Ditunjuklah dia mewakili raja di wilayah Haranggaol-siboro.setelah di menjadi Raja diharanggal timbulah kebencian dan iri dari orang-orang yang kalah dalam sayembara mereka berkata “Hatoban Gabe Raja” artinya Budak jadi Raja.merekapun memburu Saragitua Sondiraja hendak mau membunuhnya namun tidak pernah ketemu baik di darat maupun di air (Tao Toba –Tao haranggaol) dan satu waktu dia medapat kepungan di tao haranggaol karena kebutuan jalan lalu dia berdoa kepada sang pencipta dan yang penghuni tao toba lalu dia pun terjun ke danau dan di bawah seokor ikan yang besar ke arah tao Silalahi Nabolak dan sampailah di sana lalu dia pun diantarkan Raja silalahi kembali ke haranggaol lengkap dengan prajurit kerajaan untuk mengahiri serangan dari musuhnya.melihat itu para musuhnya pun kehilangan harapan untuk membunuhnya ,dan Saragitua Sondiraja tinggal dan menjadi Raja Di haranggaol,terus memiliki keturunan seperti terlampir dalam garis Silsilah.Jadi dialah yang bergelar: Oppu Saragitua Sondiraja Turnip Par hoda hoda Dekke(ihan).sesuai gambar tugu. Dia teringat pesan dan janji kepada Pamanya yang berpesan bahwa dia harus kembali ke Huta Parbaba.lalu dia pun mengunjungi parbaba dengan membawa seorang putra bernama Simangaliat Turnip dan berdiam di perkampungan Janjimaria Lumban Saragi.berselang setelah beberapa lama kemudian Saragitua Sondiraja meninggal dunia dan dimakamkan di bukit haranggaol antara kampung siboro dengan Bangun Purba,sesuai dengan pesan Raja Bangun Purba,dia harus dapat melihat menantunya dari Bangun Purba dan dari Siboro Haranggaol huta menantu.Demikianlah kisah perjalanan hidup Oppu Saragitua Sondiraja Turnip. generasi(pomparan) Oppu Saragitua Sondiraja kembali ke bona pasogit Raut Bosi yaitu pada saat marga simarmata melanggar padan Siallagan-Turnip-Simarmata,dengan menjajah(ditaban) Turnip yang di Raut Bosi dan membawa tangga rumah (balatuk) dan Losung rumah pusaka Siloan sebagai tanda bukti kekalahan Turnip,dan harus membayar pajak/upeti kepada marga Simarmata.akibat dari penderitaan yang di alami Turnip yang di Raut Bosi mengapa mereka mengalami hal yang seperti ini,lalu mereka pun pergi mempertanyakan pada orang pintar (panurirang/datu) dan diberitahukanlah kepada mereka bahwa mereka memiliki adik yang terbuang dahulu yang tidak pernah kalian cari jadi ini teguran buat kalian itulah kata dukun itu dan mereka pun berangkat untuk mencari dan ketemu di haranggaol,lalu mereka menerangkan perihal yang dijajah marga simarmata bona pasogitnya.kepada Oppu Jameal Saragih Turnip yang di Haranggaol Oppu Jameal adalah orang yang terhormat dan terpadang dan yang mengingat padan marga Turnip Simarmata,dipangilnya lah Marga Simarmata yang ada di Harang Gaol agar supaya menasehati saudaranya semarganya yang disamosir dengan pesan jangan sampai kami sebagai abang turun tangan untuk menyelesaikannya.Lalu pergilah Marga Simarmata yang dari Harang Gaol ke samosir dan berdamailah Turnip Raut Bosi dengan Simarmata di kembalikanlah Losung dengan Balatuk Rumah Silaon,setelah perdamaian maka bertanyalah Oppu Jameal kepada abangya yang di Raut Bosi perihal tentang warisanya (golat).dan diberikan lah kepadanya satu kampung(huta) yang bernama Huta Banjar Nabolak dan ladang(juma).diantarkanlah putranya ke Raut Bosi yang bernama Oppu Sosuhaton,Oppu Rajium,Oppu Panarian,Oppu Baringin dari istri kedua Oppu Jameal yaitu boru Siboro.sedangkan Putra dari istri pertama boru sinaga yaitu Oppu Torhaja yang tinggal di Harang Gaol. Yth.Keluarga Besar Natua tua Turnip. Horas,Penulis terlebih dulu minta maaf, bila mana ada kata-kata yg kurang tepat pada tulisan ini. 1. Dengan tidak mengurangi rasa hormat,pada OMPU SARAGITUA SONDIRAJA TURNIP dan kepada semua pinompar na. 2. Kisah ini di buat, bukan karangan penulis,di buat berdasarkan cerita Natua tua nami. 3. Maksud dan tujuan penulis membuat tulisan ini, supaya generasi muda pinomparna mengetahuinya sejarah ompungnya.Karena DIA ada, KITA ada. 4. Mohon dikompirmasi tulisan ini ,dan sarannya. 5. Kusus untuk Keturanan OMPU MANGALIAT TURNIP.Janji Maria Lumban Saragi, penulis memohon kompirmasi nya. 6. Kebenaran tulisan ini, mohon di tanyakan ke bonapasogit rautbosi. MAULEATE Sekian sepatah kata dari penulis,mei 2011 Di Tulis by: Silawsada Turnip

TONA RAJA NAIAMBATON

.TONA RAJA NAIAMBATON. .. Tona Raja Naiambaton terjadi tidak terlepas dari peristiwa ULTOP antara Tambatua dengan Bolontua.dimana dalam pe...